Posted on: 03/07/2021 Posted by: Author Comments: 0

Saat ini, banyak orang bermimpi tentang makanan enak di restoran. Mungkin beberapa makanan pembuka bersama untuk meja—sesuatu yang pedas atau keju, ditambah koktail atau segelas anggur. Kemudian, memesan hidangan utama yang memanjakan dan menikmati kopi dan hidangan penutup. Apa yang kebanyakan orang tidak berfantasi adalah mulas yang tak terhindarkan dan refluks asam yang akan dialami beberapa orang setelah makan dekaden itu.

Lebih dari 60 juta orang Amerika mengalami sakit maag setidaknya sebulan sekali, menurut American College of Gastroenterology. Mulas adalah gejala umum penyakit refluks gastroesofageal (GERD). GERD adalah suatu kondisi yang berkembang ketika refluks isi lambung di kerongkongan menyebabkan gejala dan/atau komplikasi yang mengganggu.

Tidak semua orang yang menderita GERD mengalami sakit maag. Gejala GERD yang kurang umum lainnya termasuk sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan batuk. Gejala-gejala ini, bersama dengan mulas dan nyeri dada, tidak boleh diabaikan, terutama jika itu terjadi pada saat Anda tidak hanya menikmati makan besar.

Dalam beberapa kasus, mereka mungkin merupakan tanda dari kondisi lain. Pada individu yang lebih muda, mereka dapat disebabkan oleh eosinophilic esophagitis, suatu kondisi alergi pada kerongkongan yang menyebabkan pasien mengalami kesulitan menelan. Pada pasien yang lebih tua, gejala bisa menjadi tanda kanker kerongkongan atau masalah jantung. Selain itu, GERD yang tidak diobati juga dapat menyebabkan komplikasi, termasuk radang kerongkongan, bisul, dan sel-sel abnormal di kerongkongan yang dapat menjadi kanker.

Jika Anda mengalami gejala berkepanjangan yang berhubungan dengan GERD, penting untuk berbicara dengan dokter dan mengetahui apa penyebabnya.

Siapa yang Berisiko untuk GERD?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan GERD dan gejala terkait, terutama mulas. Obesitas, penambahan berat badan, dan hernia hiatus dapat menyebabkan mulas, bersama dengan merokok dan obat-obatan tertentu. Selain itu, kesenangan dalam hidup seperti cokelat, alkohol, dan kafein dapat mengendurkan otot-otot kerongkongan dan meningkatkan risiko GERD.

Mengingat faktor-faktor tersebut, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan Anda menderita sakit maag dan gejala GERD lainnya. Berikut adalah lima tips yang dapat membantu:

Tetap Tegak Selama Setidaknya 4 Jam Setelah Makan

Saat Anda sedang duduk atau berdiri, lebih mudah bagi isi perut Anda untuk tetap berada di sana. Gunakan gravitasi untuk keuntungan Anda dan hindari berbaring selama empat jam setelah makan. Pada jam keempat, sekitar 90 persen makanan yang Anda makan telah dicerna dan dikeluarkan dari perut Anda. Itu berlaku untuk berbaring di sofa atau bersantai di malam hari serta berbaring untuk tidur. Bagi sebagian orang, bantal wedge membantu mereka tetap tegak dan nyaman.

Hindari Lemak (dan Serat)

Jika Anda makan pizza pepperoni utuh, ada kemungkinan Anda akan mengalami mulas. Makanan kecil yang menghindari makanan berlemak dan asam adalah langkah yang baik. Tapi perhatikan juga asupan serat Anda. Makanan tinggi serat, seperti salad kale besar, baik untuk Anda, tetapi juga membutuhkan waktu lama untuk dicerna, yang dapat menyebabkan gejala GERD setelah makan.

Konsumsi Obat yang Tepat

Ada beberapa jenis obat yang dapat mengurangi asam lambung dan mencegah gejala GERD lebih sering. Bicaralah dengan dokter Anda tentang obat mana yang mungkin tepat untuk Anda, mulai dari obat bebas hingga penghambat pompa proton yang diresepkan atau penghambat histamin-2., anda bisa mencoba mengkonsumsi antasida

Berkomitmen pada Perubahan Gaya Hidup

Untuk penderita GERD yang kelebihan berat badan, satu-satunya cara paling efektif untuk menemukan kelegaan adalah dengan menurunkan berat badan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang mengobati GERD mereka melalui penurunan berat badan memiliki skor kepuasan hidup yang lebih tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik daripada mereka yang menggunakan pengobatan.

Jika Anda baru saja menikmati makanan yang dekaden, beberapa tips ini dapat membantu mencegah atau mengurangi rasa mulas yang mungkin membayangi. Tetapi bagi orang yang menderita gejala GERD secara teratur, penting untuk berbicara dengan dokter dan mengembangkan rencana untuk mengatasinya. Ini adalah langkah pertama dalam menikmati hidup sedikit lebih banyak dan mencegah komplikasi medis yang berpotensi serius.